Sabtu, 07 Agustus 2010

Ajaran Ketuhanan dalam Weda


Mantram-mantram Veda itu adalah nyanyian-nyanyian pujaan yang ditujukan kepada para dewa. Para dewa dimohon supaya sudi mendengarkan nyanyian-nyanyian pemujanya yang pada umumnya mengandung permohonan agar para dewa menganugrahkan kerahayuan dalam mengayuh hidup di dunia ini. Nyanyian-nyanyian itu disusun dalam bahasa Sansekerta, bahasa orang India jaman dahulu.
Para dewa yang dipuja itu banyak jumlahnya. Yang sering dipuja antara lain ialah : Agni (dewa api), Surya (dewa mata- hari), Usas (dewa fajar), Prthivi (dewa bumi), Dyaus (dewa langit), Mitra (dewa siang dan langit yang terang benderang), Varuna (dewa langit yang gelap dan senja), Maruts (dewa angin ribut) Vayu (dewa angin), Savitr (dewa matahari pagi) dan lain-lainnya lagi.
Dari nama-namanya itu dewa-dewa itu personifikasi kekuatan-kekuatan yang tak tampak dibalik kekuatan-kekuatan alam. Kekuatan-kekuatan alam itu dan apa saja yang ada ini tunduk pada rta, yaitu tertib alam semesta. Oleh karena apa yang ada ini berada dalam keserasian antara yang satu dengan lainnya, maka pengendali rta itu harus satu saja. Demikianlah Varuna adalah rtavan, pengendali rta adalah Esa adanya.
Akan ajaran yang menyatakan bahwa Tuhan Esa adanya tersebar-sebar dalam mantram-mantram Veda. Beberapa di antaranya sebagai berikut:
Sumeta visva ojasa patim divo
ya eka id bhur atihir jananam,
sa purvyo nutanamo aji gisan
tam vartanir anu vavrta eka id
(Sama Veda, 327)
Artinya;
Marilah datang bersama, engkau semua, dengan semangat kuat pada Penguasa Langit.
Dia yang hanya Esa, tamu semua orang.
Dia yang purba ingin kembali baru. Kepada-Nyalah semua jalan perpaling, Sesungguhnya Dia Esa belaka.
Yo nah pita janita yo nidhata,
dhanani veda bhuvanani visva,
yo devanam namadha eka eva,
tam samprasnam bhuvana yantyanya
(Rg Veda X. 83. 3).
Artinya:
Oh, Bapa kami, Pencipta kami, pengatur kami yang mengetahui semua keadaan, semua apa yang terjadi,
Dia hanyalah Esa belaka memikul nama bermacam-macam dewa.
Kepada Nyalah yang lain mencari-cari dengan bertanya-tanya.
Indram mitram varunam
agnim ahur atho divyah
Ekam sad vipra bahudha vadantyagnim yarnam mata-risvanam ahuh
(Rg Veda 1.164.46).
Artinya:
Mereka menyebut Indra, Mitra, Varuna, Agni dan Dia yang bercahaya, yaitu Garutman yang bersayap elok, Satu Kebenaran itu (Tuhan) orang bijaksana menyebut dengan banyak nama seperti Agni, Yama, Matarisavan.
Tad evagnis tad adityas
tad vayus tad u candramah,
tad eva sukra tad brahma
ta apan sa prajapatih
(Yajur Veda 32.1).
Artinya:
Agni adalah Itu, Aditya adalah Itu,
Vayu adalah Itu, Candrama adalah Itu,
Cahaya adalah Itu, Brahman adalah Itu,
Apah adalah Itu, Prajapatilah Ia.

Tuhan yang Esa ini dipuja orang dengan berbagai cara, di berbagai tempat dan dalam berbagai aspek dan perwujudannya. Dewa-dewa itu adalah aspek dari Yang Esa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar